Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

11.01.2008

Vaksin AIDS Masih Suram

PERJALANAN untuk menemukan vaksin pencegah AIDS tampaknya masih panjang. Krisis ekonomi yang melanda dunia rupanya turut berpengaruh terhadap pendanaan penelitian AIDS, dan itu artinya juga berdampak terhadap kemunduran upaya penemuan vaksin pelawan HIV penyebab AIDS.

Direktur Institut Nasional Penyakit Alergi dan Infeksi di Amerika Serikat, Anthony Fauci mengatakan, tidak mungkin memprediksi kapan pastinya ilmuwan medis dapat mengembangkan vaksin AIDS yang efektif di saat masih merebaknya sejumlah penyakit mematikan lainnya seperti campak dan cacar air. "Akankah ada jaminan bahwa kita akan sukses mendapatkan vaksin dalam kondisi seperti ini? Namun, bukan berarti kita lantas menyerah untuk terus mencoba menemukannya," ujar Fauci saat menghadiri konferensi internasional tentang vaksin AIDS di Cape Town Afrika Selatan bersama 900 ahli medis lainnya.

Afrika Selatan merupakan pusat epidemi AIDS. Data menyebutkan, dari total 33 juta pengidap HIV/AIDS di seluruh dunia, sekitar 5,5 juta di antaranya berada di wilayah ini.

Kemunduran ekonomi telah ikut meredupkan semangat ilmuwan yang sebelumnya telah bersusah-payah melakukan riset. Salah satu temuan terakhir vaksin HIV ternyata tak hanya gagal mencegah infeksi, malah menunjukkan peningkatan risiko terinfeksi virus tersebut. Hal ini tentu menambah keputusasaan para peneliti.

Belum lagi embusan isu bahwa yayasan yang bergerak di bidang sosial semacam Bill and Melinda Gates Foundation akan memangkas anggaran dana amal mereka. Padahal, yayasan ini merupakan salah satu penyokong dana terbesar dalam proyek-proyek kesehatan dan pengembangannya. "Ini bukanlah kabar baik bagi dunia penelitian secara umum, terutama penelitian tentang vaksin," sebut Ketua Global HIV Vaccine Enterprise, Alan Bernstein. "Benar-benar tahun yang penuh gejolak," katanya.

Fauci mengungkapkan, Institut Kesehatan Nasional tahun ini menganggarkan USD1, 5 miliar untuk AIDS, dan USD491 juta di antaranya dikhususkan untuk dana riset vaksin AIDS. Anggaran ini sebenarnya naik dari USD703 juta pada 1998 (USD115 juta untuk vaksin), dan USD223 juta pada 1988 (USD22 juta untuk riset vaksin). Masalahnya, kala itu para ilmuwan masih optimistis akan kesuksesan vaksin.

Fauci menampik kritik yang menuduh bahwa telah terlalu banyak dana yang dikeluarkan untuk menemukan vaksin. "Jika Anda dapat mencegah infeksi, itu artinya Anda mencegah pengeluaran yang sangat besar untuk membeli obat seumur hidup," ujarnya. Obat yang dimaksud Fauci adalah terapi antiretroviral yang dapat memperpanjang harapan hidup pengidap HIV/AIDS selama beberapa tahun.

"Sejarah juga membuktikan, vaksin merupakan langkah pencegahan paling efektif dari segi biaya," katanya mantap.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nation/UN) tahun lalu juga pernah menyerukan pemerintah agar merekomendasikan khitan (sunat) pria sebagai salah satu upaya pencegahan AIDS. Sumber (Okezone.com)

Hindari Influenza dengan Pola Hidup Higienis

MUSIM kemarau sebentar lagi akan berganti dengan musim penghujan. Perubahan musim ini biasanya membawa banyak masalah, khususnya masalah kesehatan. Ada begitu banyak penyakit yang timbul karena perubahan musim. Salah satunya adalah influenza. Bagaimana mencegah penyakit ini?

Perubahan cuaca sangat berpotensi mengganggu saluran pernapasan. Gejala awal penyakit ini, menurut dr Inis Sumiati, Sp. THT dari Rumah Sakit Sentra Medika, Cisalak, Depok, Jawa Barat, ditandai dengan adanya gangguan saluran pernapasan, seperti batuk, pilek atau influenza disertai dengan bersin-bersin dan peningkatan suhu tubuh atau demam dengan suhu tubuh di atas 37 derajat Celsius.

Faktor Penyebab dan Gejala

Pada orang yang terkena influenza biasanya terjadi peningkatan suhu tubuh sekitar 38-40 derajat Celsius. Selain itu, kepala juga akan terasa sakit, kurang nafsu makan, suara parau, batuk tidak produktif (batuk kering dan tidak berdahak) dan sakit tenggorokan dengan langit-langit di hulu tampak merah. "Panas tubuh biasanya lebih tinggi pada anak-anak daripada orang dewasa dan akan hilang 3-5 hari," ujarnya.

Musim pancaroba memang sangat tidak mengenakan karena biasanya orang lebih sering terserang flu atau influenza yang merupakan penyakit akut dari saluran pernapasan. Biasanya influenza ini disebabkan oleh virus, yang bisa saja menyerang sampai ke otak. Influenza merupakan penyakit ringan tetapi tetap berbahaya untuk mereka yang berusia sangat muda dan orang dewasa dengan fungsi kardiopulmoner yang terbatas.

Pada dasarnya, reservoir influenza adalah manusia itu sendiri. Hewan-hewan seperti babi, kuda dan burung diyakini sebagai penyebab terjadinya virus influenza yang baru, karena ada suatu rekombinasi gen dengan starin-strain virus lain yang berasal dari manusia. "Biasanya penyebaran penyakit ini melalui media tetesan air (droplet) pada waktu batuk dan melalui partikel yang berasal dari sekret hidung atau tenggorokan yang melayang di udara, terutama di ruangan-ruangan yang tertutup dan penuh sesak manusia," terangnya.

Saat ini ada tiga tipe virus influenza, yaitu A, B, dan C. Ketiga tipe virus ini dapat dibedakan dengan complement fixation test. Tipe A merupakan virus penyebab influenza yang bersifat epidemik. Dan epidemik jenis ini terjadi dengan interval dua sampai tiga tahun. Tipe B biasanya menyebabkan penyakit yang lebih ringan daripada tipe A dan kadang-kadang mengakibatkan epidemi yang terjadi dengan interval empat sampai lima tahun. Tipe C adalah tipe yang diragukan patogenitasnya untuk manusia.

Virus yang menyebabkan influenza adalah orthomyxovirus golongan RNA yang mempunyai afinitas untuk myxo atau musin. Struktur antigenic virus influenza ini meliputi tiga bagian, antara lain berupa antigen S atau soluble antigen (partikel virus yang terdiri atas ribonukleopratein), hemaglutinin dan neoramidase.

Pencegahan

Infeksi virus influenza sebelumnya akan memberikan kekebalan terhadap reinfeksi dengan virus yang homolog. Karena sering terjadi perubahan akibat mutasi gen, antigen pada virus influenza akan berubah sehingga seseorang masih mungkin diserang secara berulang kali dengan starin-strain virus influenza yang telah mengalami perubahan ini. Kekebalan yang diperoleh melalui vaksinasi sekitar 70 inhaler. Penggunaan inhaler tidak dilarang karena sebagian orang akan merasa nyaman dan influenzanya hilang seketika jika menggunakan inhaler. Hal seperti itu biasanya disebut dengan sensasi aliran nafas. Sensasi sumbatan sama sekali tidak berhubungan dengan androdinamik hidung atau tekanan hidung.

Sensasi normal dari pernafasan hidung ditentukan oleh sensasi dari rasa dingin dari epitel hidung pada 1/3 bagian depan hidung. Pemakaian mentol atau inhaler akan menunjukkan peningkatan sensasi aliran udara hidung tanpa meningkatkan tekanan hidung. Saluran sumbatan secara objektif mungkin saja tidak berhubungan dengan tekanan hidung. Instalasi aroma terapi dapat meningkatkan sensasi potensi hidung, tanpa berhubungan dengan permukaan tahanan aliran udara di hidung.

Sumber okezone.com

Kangkung, Berkhasiat sebagai Antiracun

KANGKUNG termasuk sayuran yang sangat populer. Selain biasa dibuat menjadi aneka hidangan menggugah selera, mulai dari tumis, cah, atau lalap, ternyata juga berkhasiat sebagai antiracun dan bisa mengobati berbagai gangguan kesehatan.

Tanaman kangkung berasal dari India, yang kemudian menyebar ke Malaysia, Birma, Indonesia, China Selatan, Australia, dan Afrika. Di China, sayuran ini dikenal dengan nama weng cai. Di negara Eropa, kangkung biasa disebut swamp cabbage, water convovulus, atau water spinach.

Sementara di Indonesia, kangkung bisa ditemukan di hampir seluruh daerah. Bahkan, di Kecamatan Muting Kabupaten Merauke, Papua, kangkung merupakan lumbung hidup sehari-hari bagi masyarakatnya. Di Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar, kangkung darat banyak ditanam penduduk untuk dikonsumsi sendiri maupun dijual ke pasar.

Kangkung termasuk suku Convolvulaceae atau keluarga kangkung-kangkungan. Merupakan tanaman yang tumbuh cepat dan memberikan hasil dalam waktu 4-6 minggu sejak dari benih. Dalam satu musim saja, kangkung bisa tumbuh dengan panjang 30-50 cm.

Tanaman ini merambat di lumpur dan tempat-tempat yang basah, seperti tepi kali, rawa-rawa, atau terapung di atas air. Biasa ditemukan di dataran rendah hingga 1.000 meter di atas permukaan laut. Tanaman bernama Latin Ipomoea reptans ini terdiri atas dua varietas, yakni kangkung darat yang disebut kangkung cina dan kangkung air yang tumbuh secara alami di sawah, rawa, atau parit.

Perbedaan antara kangkung darat dan kangkung air terletak pada warna bunga. Kangkung air berbunga putih kemerah-merahan, sedangkan kangkung darat berbunga putih bersih. Perbedaan lainnya pada bentuk daun dan batang. Kangkung air berbatang dan berdaun lebih besar daripada kangkung darat. Warna batangnya juga berbeda.

Kangkung air berbatang hijau, sedangkan kangkung darat putih kehijau-hijauan. Lainnya, kebiasaan berbiji. Kangkung darat lebih banyak bijinya daripada kangkung air, itu sebabnya kangkung darat diperbanyak lewat biji, sedangkan kangkung air dengan stek pucuk batang.

Herminia de Guzman Ladion, pakar kesehatan dari Filipina, memasukkan kangkung dalam kelompok tanaman penyembuh ajaib. Di antaranya dianggap sebagai pengusir racun dari tubuh. Di negara itu, tanaman ini dipakai untuk menyembuhkan sembelit dan obat bagi mereka yang sedang melakukan diet.

Akar kangkung juga berguna untuk mengobati penyakit wasir. Kangkung ternyata juga memiliki manfaat sangat tinggi. Itu karena mengandung vitamin A, B1, dan C, juga mengandung protein, kalsium, fosfor, besi, karoten, hentriakontan, sitosterol. (sumber okezone.com)